Galaxy S9 dinilai gagal, ada apa dengan Samsung?

Seperti yang kita tahu, Samsung merupakan vendor smartphone terbesar di dunia yang juga satu-satu pemain industri seluler utama selain Apple yang mampu menghasilkan uang secara konsisten selama beberapa tahun terakhir. Namun kesuksesan Samsung baru-baru ini sedikit dinodai dengan perangkat Galaxy S9.

Memang, pasar secara keseluruhan stagnan, dan Anda hampir tidak bisa menyebut iPhone X sebagai penyebabnya. Masalahnya adalah mungkin dipicu dengan cepatnya pertumbuhan dari perusahaan seperti Huawei, Xiaomi, dan OPPO yang ikut terjun dalam pasar ‘Barat’.

Apakah itu buruk?

Jawaban singkatnya tidak terlalu buruk. Belum, dan pasti tidak dibandingkan dengan veteran lain seperti BlackBerry dan Nokia yang perlahan-lahan kembali dari kematian. Meskipun hanya nama.

Untuk kasus Galaxy S9, penjualan kuartal pertama tercatat 10 juta unit, kuartal kedua 9 juta unit. Jika analis benar, Samsung masih bisa menambahkan 12 juta unit pengiriman hingga tahun ini. Sehingga Samsung bisa menjual di atas 30 juta unit pada saat Galaxy S10 rilis.

Sebagai informasi, target penjualan Samsung untuk Galaxy S9 dan S9+ tahun 2018 adalah 43 juta unit. Lebih besar dari target Galaxy S8 dan S8+ di tahun lalu yang 41 juta unit. Mari kita berlogika menurut data yang ada. Di atas telah disebutkan bahwa di kuartal 1 Sammy menjual hanya 10 juta unit, kemudian kuartal kedua turun menjadi 9 juta unit. Jika kita membuat kuartal 3 dan 4 nanti Samsung menjual masing-masing 9 juta unit (tanpa penurunan penjualan dari kuartal 2), maka Sammy hanya menjual 37 juta unit di tahun 2018. Artinya, Galaxy S9 gagal mencapai target penjualan seperti yang diharapkan Samsung. Ditambah lagi, 9 Agustus nanti Galaxy Note 9 rilis. Yakin konsentrasi publik masih mengarah ke Galaxy S9?

Turunnya pendapatan mereka, diketahui karena penjualan smartphone dan panel display yang sedang tak bergairah. Untuk smartphone, disebabkan karena penjualan Samsung Galaxy S9 tak sesuai dengan rencana. Sehingga tak mendongkrak pendapatan konsolidasi mereka.

“Divisi Komunikasi TI dan Mobile melaporkan penurunan pendapatan atas penjualan yang melambat dari Galaxy S9,” tulis keterangan resmi yang dikutip dari Samsung Newsroom, Rabu (1/8).

Sementara untuk bisnis Display mereka, perusahaan melihat permintaan yang lemah pada panel OLED fleksibel dan penurunan harga panel LCD di kuartal kedua. Meski begitu, Samsung Electronics masih tertolong karena beberapa divisinya justru memperlihatkan penguatan pendapatan, seperti penjualan TV premium dan bisnis semikonduktor.

Kita akan sedikit membahas bagaimana tren penjualan Samsung dalam beberapa tahun terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *