Arsip Kategori: Intermezzo

Anda Bisa Nyaman Mengendarai Sepeda Drag dengan Posisi Ini

Tak mau kalah dengan produk kendaraan bermesin layaknya mobil atau motor, maka belakangan ini ada banyak sekali diantara produsen kendaraan roda dua biasa atau yang dikenal sebagai sepeda mulai mengeluarkan inovasi-inovasi terbaru pada produknya. Diantaranya adalah dengan menampilkan fiture sebanyak mungkin dan juga desain seunik mungkin, salah satu diantaranya yang pasti sudah tak begitu asing bagi Anda adalah sepeda drag. Model yang satu ini memang cukup populer beberapa waktu belakangan ini, khususnya di kalangan pecinta sepeda.

Umumnya mereka dapat membelinya secara jadi, maupun dengan melakukan modifikasi sendiri dengan mengandalkan beberapa komponen atau spare part yang banyak dijual di pasaran untuk mendapatkan tampilan sesuai dengan keinginan. Model-model sepeda semacam ini memang hanya digunakan untuk aktivitas tertentu saja, misalnya saja bagi komunitas-komunitas yang akan melakukan parade atau sejenisnya, tidak difungsikan untuk yang lain-lain. Mengingat jika melihat dari segi tampilannya sendiri memang kurang ergonomis, sehingga tidak nyaman untuk digunakan.

Sepeda drag bisa dibuat sendiri dengan menyiapkan beberapa macam komponen, seperti jenis sepeda yang akan dimodifikasi dan juga aksesoris penunjang atau pendukungnya, mengendarai sepeda ini meskipun bagi sebagian orang hanya membuang waktu dan tenaga faktanya ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan untuk kesehatan, semakin lama mengayuh maka akan semakin banyak jumlah kalori yang dibakar, tubuh jadi lebih sehat.

Bagi Anda yang sudah terbiasa berkendara sepeda, namun sering kali merasa kurang nyaman atau pegal, mungkin posisi yang digunakan ketika mengendarainya salah, untuk itu berikut ini ada beberapa jenis posisi yang benar yang harus diketahui para goweser, diantaranya adalah:

1. Posisi kepala harus tepat, diantaranya adalah dengan mengikuti alur dari tulang belakang, sehingga untuk bagian kepala ini sendiri adalah tegap dan agak condong ke depan. Tulang bagian leher harus selalu dalam kondisi yang rileks sehingga nantinya tak mudah lelah ketika digunakan berkendara. Hal ini sebenarnya menyesuaikan dengan ketinggian sedel saja, untuk jenis sepeda balap atau gunung yang sedelnya memang tinggi, maka di bagian kepala memang agak membungkuk ke depan.
2. Posisi tangan juga harus benar, agar nantinya tangan tak mudah lelah ketika berkendara maka agaknya harus tau bagaimana posisi yang benar, bagian tangan selain mengendalikan bagian setor juga difungsikan untuk mengendalikan rem, sehingga jika ada apa-apa bisa siap siaga untuk mengeremnya.
3. Posisi punggung tegap agak membungkuk, sebenarnya dengan membungkuk ke bagian depan ini memiliki fungsi untuk memacu atau mempercepat kecepatannya, semakin membungkuk kedepan maka nantinya pengendara bisa secara leluasa mengayuh sepeda dengan kecepatan yang tinggi. Anda bisa melihat sendiri para pembalap yang mengendarai kendaraan ini.
4. Bahu hendaknya dibiarkan dalam kondisi yang rileks, jangan paksa bahu untuk kaku atau tegang, justru semakin kaku atau tegang maka akan kesulitan di dalam mengendalikan kendaraan roda dua tersebut.
5. Kaki harus pas berada di bagian pedal, atur posisi sadel sebaiknya mungkin, diantaranya adalah pas dengan tinggi Anda, sehingga posisi telapak kaki nantinya dapat menjangkau pedal dengan baik, tidak lebih atau kurang, karena jika kondisinya terlalu rendah akan membuat Anda mudah pegal ketika mengayuhnya.

Apapun jenis kendaraan yang Anda kendarai, baik itu sepeda drag, sepeda gunung atau yang lainnya, maka pastikan posisi benar sehingga jadi lebih nyaman dan aman ketika berkendara.

Asal Usul Japanese Matcha

Siapa yang tidak mengenal Teh Hijau atau yang disebutan dengan “Green Tea” ini? teh hijau asal Negeri Sakura ini rupanya telah “booming” di kalangan masyarakat Indonesia terutama anak muda sejak tahun 2015. Di Negara Jepang, teh hijau atau yang biasa disebut Japanese Matcha dijadikan sebagai minuman yang dapat menghangatkan tubuh dari suhu yang dingin. Mungkin anda kaula muda ini menganggap makanan dan minuman dengan Green Tea adalah minuman asli teh hijau. Tapi,anda tau gak sih? Sebenernya makanan yang mengandung Green Tea tersebut bukan asli Green Tea yang dijadikan minuman hangat di Jepang, melainkan Matcha. Lalu, apa perbedaan Green Tea dan Matcha? Yuk disimak.

Proses Pembuatan teh hijau
Proses pengolahan Green Tea sama dengan teh pada umumnya yaitu dengan pengeringan pada daun teh lalu dikemas menjadi teh celup atau the yang biasa langsung diseduh dengan air panas. Lain dengan Matcha, karena setelah daun dikeringkan daun the harus ditumbuk sampai halus.

Tekstur
Tekstur Matcha berbentuk bubuk yang halus. Maka, matcha biasanya digunakan untuk bahan tambahan pada makanan. Seperti membuat kue,ice cream, minuman latte. Berbeda dengan teh hijau lebih jarang dipakai untuk keperluan masak seperti Matcha. Jadi, makanan yang anda nikmati di kafe yang memakai nama “Green Tea” bukan the hijau yang asli, melainkan Matcha.

Manfaat
Matcha memiliki lebih banyak manfaat bagi tubuh dibanding dengan teh hijau pada umumnya. Karena matcha lebih banyak mengandung antioksidan daripada teh hijau umumnya. Karena manfaat ini matcha dianggap lebih baik untuk membantu pembakaran lemak lemak anda. Tidak hanya dianggap bisa untuk membakar lemak, Matcha juga dapat menghalangi munculnya selsel kanker dan dapat menstimulasi mental agar lebih sehat dan jauh dari stress.

Jika bicara mengenai kandungan antioksidan di dalam matcha, minum secangkir matcha saja bisa diibaratkan dengan meminum tiga cangkir teh hijau. Dan antioksidan matcha lebih tinggi dibandingkan jenis sayuran lainnya.

Dengan mengonsumsi matcha sebagai minuman, anda akan menjadi lebih rileks, mengurangi risiko serangan jantung, dan menangkal radikal bebas serta memperbaiki sel tubuh.